Cara Bijak Agar Bisnismu Tidak Terancam Gulung Tikar

Menjalankan bisnis bukanlah hal yang mudah. Agar bisa sukses dibutuhkan ketekunan, kecerdasan dan juga kejelian melihat peluang yang ada. Kalau kamu lengah sedikit, hati-hati bisa gulung tikar.

Tapi, pasang surut dalam dunia bisnis itu juga biasa terjadi. Gak mungkin dong kamu terus-terusan untung, pasti sesekali juga pernah berada di posisi yang rendah. Menderita kerugian hingga kegagalan memenuhi target bisnis harus dilihat secara positif. Anggap saja posisi tersebut sebagai pembelajaran kamu ke depannya.

Ketika bisnismu sedang berada di posisi surut, segeralah memutar otak untuk memulihkan kondisinya. Jangan terlalu lama di posisi tersebut, karena gak baik untuk keberlangsungan bisnismu, dan berpotensi alami gulung tikar.

1.  Koreksi bisnismu secara objektif

Kalau berdasarkan penglihatanmu sebagai pemilik perusahaan menilai bisnismu mengalami kemunduran, coba periksa kembali dengan lebih objektif. Caranya, lihat secara lebih umum apa yang menyebabkan bisnismu gak berkembang. Diskusikan dengan para pemegang saham (kalau ada) atau dengan klienmu.

Periksalah lebih dalam terhadap produk yang kamu keluarkan, layanan yang kamu sediakan, harganya seperti apa, dan tentunya kualitas yang kamu tawarkan apakah memuaskan atau tidak. Dari situ kamu bisa mengetahui pos-pos mana yang dapat diperbaiki sesegera mungkin.

Kalau masalah utamanya sudah ditemukan, kamu bisa mulai merapihkan untuk mengembalikan kondisi finansial perusahaan.

2. Pertimbangan ide karyawan

Mesi kamu seorang atasan, jangan sesekali bersikap egois. Cobalah untuk mendengarkan pemikiran-pemikiran bawahanmu. Karena siapa tahu mereka memiliki ide yang cemerlang yang bahkan belum terpikirkan olehmu untuk mengembalikan performa perusahaan.

Berikan kesempatan kepada mereka untuk berkontribusi lebih. Tapi, jangan terlalu mengumbar kondisi perusahaan yang tengah diintai ancaman gulung tikar, katakanlah apa ide mereka untuk meningkatkan bisnis perusahaan.

Baca Juga : BUAT KAMU YANG BARU MULAI BERBISNIS WASPADAI 6 JEBAKAN BATMAN INI!

3. Minta pendapat seorang profesional

Setelah kamu mendapatkan masukan dari karyawan, cobalah untuk mencari bantuan dari kalangan profesional. Misalnya berdiskusilah dengan pengusaha-pengusaha sukses yang sudah melewati masalah seperti yang kamu alami.

Pengalaman bertahun-tahun yang sudah para profesional lakukan adalah sumber informasi yang paling efektif untuk mengembangkan bisnismu atau bahkan bisa menyelamatkan dari ancaman gulung tikar. Perspektif mereka yang telah banyak menelan asam garam dunia usaha bikin mereka lebih peka terhadap segala jenis permasalahan. Jadi meminta saran dari mereka merupakan pilihan yang tepat sekaligus menyerap ilmu baru.

Beruntung, kalau orang-orang ekspert di dunia usaha itu merasa iba dengan kamu dan menawarkannya bantuan finansial untuk bisnismu.

4. Jangan abaikan peran media sosial

Media sosial memiliki peran besar dalam keberhasilan sebuah bisnis. Zaman secanggih ini, semuanya sudah serba digital. Masyarakat dari yang muda sampai tua hampir rata-rata menghabiskan banyak waktu untuk melongok ke perangkat digital yang terhubung dengan media sosial.

Nah dalam strategi marketing, media sosial bisa menjadi sarana yang murah dan efektif. Buatlah akun perusahaanmu di Facebook, Twitter, Instagram, dan semua platform yang lagi booming sebagai sarana pemasaran.

Tapi, jangan hanya bikin doang, rajin-rajinlah aktif, membagikan konten-konten menarik di akunmu. Pasarkanlah dengan massive produk yang kamu jajakan. Ketahui mangsa pasarmu, dan dekati mereka melalui fitur-fitur yang tersedia di medsos. Kalau perlu berlanggananlah layanan iklan berbayar di platform tersebut. Biar produkmu semakin dikenal dan kesempatan mendapatkan lebih banyak klien akan semakin besar.

5. Tingkatkan pelayanan ke pelanggan

Pelanggan atau klien merupakan aspek yang paling menentukan dalam berbisnis. Mengetahui target pasar dan harapan mereka terhadap bisnis kamu adalah hal yang harus kamu lakukan untuk menghindari ancaman gulung tikar.

Coba tanyakan kepuasan mereka dan apa yang perlu diperbaiki dari produkmu. Ikuti keinginan sebagian besar klienmu untuk memperoleh kepercayaan jangka panjang. Soal keuntungan lama-lama nanti akan kembali berangsur membaik dan berbanding lurus dengan kepercayaan yang kamu peroleh.

Baca Juga : Ide Bisnis Rumahan Isi Ulang Air Minum

6. Meningkatkan efisiensi

Ketika bisnismu di dalam ambang kebangkrutan, hal yang paling perlu kamu lakukan adalah melakukan efisiensi. Kamu bisa melakukan penghematan di dalam pengeluaran rutin. Mengurangi biaya operasional sudah menjadi hal yang wajib dilakukan demi keberlangsungan bisnis ke depannya.

Rata-rata sih kalau di Indonesia bisa dilakukan dengan melakukan pemutusan hubungan kerja beberapa karyawan. Tapi hal itu tentu bukanlah keputusan yang bijak, karena ketika kamu memutuskan untuk memecat karyawan, maka kamu harus mempersiapkan uang dalam jumlah banyak sebagai pesangon mereka, yang justru malah membebani keuangan perusahaanmu.

Tapi kamu bisa melakukan penghematan dengan memangkas biaya-biaya lain seperti penggunaan listrik, pengeluaran dana untuk rekreasi kantor, atau bahkan berhenti sejenak untuk memberikan bonus bagi karyawan.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *