Kisah 3 Pengusaha yang Sukses Menjadi Duta Besar

Idealnya, jabatan duta besar dijabat seorang diplomat karier yang sudah punya jam terbang tinggi. Namun, faktanya seorang pengusaha sukses di Indonesia pun bisa menduduki jabatan tersebut.

Menjadi pejabat diplomatik di negara lain tentu merupakan sebuah jabatan yang sangat prestisius. Pasalnya, mereka diberikan kuasa penuh oleh negara asalnya untuk bertindak sebagai sebuah utusan.

Karena itu, seorang duta besar atau pejabat diplomatik yang berdinas di negara lain gak lagi disapa “pak,” “bu”, “mas” atau “mbak”, melainkan “Yang Mulia”.

Suara seorang duta besar di negara lain dianggap setara dengan suara kepala pemerintahan atau kepala negara asalnya. Itu sebabnya, jabatan ini memang merupakan jabatan yang sangat bergengsi.

1. Peter F Gontha

Pengusaha sukses di Indonesia yang dijuluki sebagai Donald Trump-nya Indonesia adalah Duta Besar RI untuk Polandia.

Pria kelahiran Semarang ini merupakan pendiri dari Plaza Indonesia Realty (The Grand Hyatt Jakarta), Bali Intercontinental Resort, Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), Surya Citra Televisi (SCTV), PT Chandra Asri Indonesia, PT Tri Polyta Indonesia, Firstmedia, sertaIndovision.

Dia juga yang mendirikan BeritaSatu sekaligus menggagas Java Jazz, termasuk Java Rockingland. Berdasarkan informasi dari Wikipedia, putra dari Willem Gontha ini merintis kariernya dari nol.

Sebelum menjadi entrepreneur, dia pernah jadi awak kapal pesiar Holland-American Line, sopir taksi, pelayan restoran, hingga karyawan di Citibank Amerika Serikat.

Hebat ya Pak Peter ini, benar-benar from zero to hero sampai akhirnya jadi ditunjuk menjadi pejabat diplomatik!

Baca Juga : Pekerjaan yang Bisa Meraup Untung Jelang Pemilu

2. Todung Mulya Lubis

Pria kelahiran Tapanuli ini merupakan Duta Besar Indonesia untuk Norwegia. Sejatinya, beliau adalah seorang pakar hukum sekaligus aktivis top di Indonesia.

Namun, mengapa dia juga masuk dalam daftar pengusaha sukses di Indonesia?

Pasalnya, karena beliau yang mendirikan The Law Office of Mulya Lubis and Partners pada tahun 1991. Kantor pengacara itupun berubah nama menjadi Lubis Santosa and Maulana Law Offices.

Sebagai seorang tokoh sukses, Todung merupakan putra daerah yang menghabiskan masa studinya di Sumatera sebelum akhirnya ke Jakarta untuk melanjutkan studi di UI.

Setelah lulus dari UI, dia pun melanjutkan studinya ke Amerika Serikat, lebih tepatnya ke Harvard hingga Berkeley.

Sejak masih duduk di bangku kuliah, Todung tergabung dalam sebuah aliansi mahasiswa yang memprotes pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dia pun terkenal sebagai seorang pengacara bisnis di Indonesia.

3. Rusdi Kirana

Nah, kalau yang satu ini merupakan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, dan founder Air Asia.

Nama Rusdi memang sempat jadi perbincangan di akhir 2018, lebih tepatnya saat pesawat Lion Air JT610 mengalami kecelakaan, hingga beberapa kecelakaan lain yang sebelumnya dialami maskapai penerbangan berlogo singa itu.

Sebelum menjadi bos besar di maskapai tersebut, pria berlatar belakang keluarga sederhana ini ternyata sempat bekerja sebagai salesman mesin tik bermerek Brother. Saat itu, gaji yang diterimanya cuma Rp 120 ribu per bulan.

Baca Juga : Kesalahan Tes Wawancara Kerja Bisa Membuat Gagal

Namun, profesi ini tampaknya ditinggalkan Rusdi setelah dia melihat potensi yang lebih menjanjikan di bisnis travel.

Lambat laun, Rusdi pun semakin berambisi mendirikan sebuah maskapai. Alhasil, dia berhasil mendapatkan izin usaha maskapainya pada Maret 2000. Maskapai itu bernama Lion Mentari Airlines yang akhirnya berubah jadi Lion Air.

Maskapai pertama dari Lion Air adalah Boeing 737-200 yang disewa pada tahun 2000. Dengan pesawat ini Lion Air makin laris. Modal terus dikumpul dan diputar buat beli pesawat baru.

Di tahun 2011, dia berhasil menandatangani kontrak pembelian 234 pesawat Airbus dan 230 Boeing 737 sekaligus!

Itulah tiga orang pengusaha sukses di Indonesia yang akhirnya ditunjuk menjadi duta besar di negara lain.

Bisa dibilang, tiga pengusaha ini merupakan orang yang merintis karier dan bisnis dari nol. Ada yang pernah jadi sales, aktivis, atau awak kapal.

Tentu saja, keputusan Pemerintah RI yang menunjuk mereka jadi duta besar adalah keputusan yang penuh pertimbangan. Mereka dianggap kapabel mewakili Indonesia di luar negeri.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *