Pekerjaan yang Bisa Meraup Untung Jelang Pemilu

Pemilu 2019 akan segera digelar pada April 2019 mendatang. Pesta demokrasi kali ini digelar secara serentak antara Pemilihan Presiden, dan Pemilihan Legislatif. Selama masa kampanye, banyak kalangan dari berbagai jenis-jenis pekerjaan bakal terlibat.

Semua masyarakat kini disibukkan untuk memilih siapa kandidat terbaik, guna menentukan nasib lima tahun ke depan. Cara agar lebih mengenal dengan rakyat, biasanya para kandidat melakukan kampanye.

Mengunjungi langsung ke lapangan seperti pemukiman, sarana prasarana, dan fasilitas umum. Menyebarkan janji-janji akan perbaikan adalah suatu hal yang pasti mereka lakukan. Sementara bagi petahana, membanggakan diri juga jadi andalan mereka.

Selama masa kampanye ini, tentunya banyak sekali dana yang dikeluarkan oleh para calon. Pengeluaran tersebut digunakan untuk pos-pos logistik seperti konsumsi, transportasi, hingga membayar tenaga ahli.

1. Konsultan politik

Masing-masing kandidat yang tengah berlaga di Pemilu 2019 pastilah membutuhkan keahlian berkomunikasi yang apik dan strategi kampanye yang tepat sasaran. Tujuannya adalah agar kampanye yang dilakukan bisa efektif, efisien, dan langsung menyentuh hati sasaran kampanyenya.

Tapi tugas konsultan juga gak mudah. Sebelum bisa memberikan beragam tips dan wejangan, mereka kana melakukan sejumlah survei kecil-kecilan. Dari survei tersebut bisa diketahui dimana daerah yang potensial untuk dimasuki oleh seorang kandidat.

Kemudian mereka juga melakukan penelitian terhadap karakteristik calon pemilih di suatu daerah. Nantinya, mereka baru bisa memberikan rekomendasi area-area mana yang cocok untuk diselami oleh klien.

Gak cuma itu, konsultan juga bisa memberikan masukan-masukan terkait cara komunikasi yang baik dan benar. Karena teknik komunikasi adalah salah satu media yang paling manjur untuk menarik simpati pemilih.

2. Musisi

Panggung hiburan kerap melekat dengan tindakan-tindakan kampanye. Gak jarang para kandidat, entah itu calon legislatif atau calon presiden mendirikan panggung hiburan di tengah masa-masa kampanye.

Demi menarik perhatian banyak orang, mereka mengundang penyanyi-penyanyi atau musisi top nasional atau hanya sekedar musisi lokal suatu daerah. Sejauh ini, kampanye yang dilakukan dengan panggung hiburan terlihat lebih menarik ketimbang hanya blusukan ke kampung-kampung.

Strategi seperti ini pernah dilakukan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2014 silam. Saat itu ia juga tengah berkontestasi untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia melawan Prabowo Subianto. Slank band yang saat itu jelas-jelas mendukung Jokowi-JK menggelar “Konser Salam Dua Jari” di Stadion GBK. Stadion yang berkapasitas puluhan ribu orang langsung dipenuhi oleh para pendukung Jokowi.

Jadi buat kamu yang berprofesi sebagai musisi, berdoa saja semoga dapat panggilan job manggung di acara kampanye.

Baca Juga : Kesalahan Tes Wawancara Kerja Bisa Membuat Gagal

3. Master of Ceremony (MC)

Panggung hiburan tidak mungkin dapat berjalan tanpa adanya seorang master of ceremony (MC) atau pemandu acara. Posisi MC di sini sangat efektif untuk membangkitkan semangat para pengunjung yang datang. Gak jarang, mereka juga bisa jadi juru bicara calon kandidat. Menyampaikan visi-misi ke hadapan penonton yang datang.

Oleh karenanya, kehadiran MC di masa-masa kampanye seperti ini laris manis. Mereka akan kebanjiran manggung bahkan bisa sampai setiap minggu satu kali. Tapi tentunya yang dipilih adalah para MC yang sudah terkenal dan kondang di lingkungan masyarakat.

4. Pengamat politik

Seorang pengamat biasanya berasal dari akademisi atau seorang peneliti. Di masa-masa jelang Pemilu 2019, berbagai macam stasiun televisi, radio, kantor media, ataupun lembaga-lembaga lain biasanya rutin menggelar diskusi-diskusi ilmiah tentang peta pertarungan maupun gambaran elektabilitas masing-masing kandidat. Salah satu narasumbernya adalah pengamat politik.

Pengamat politik biasanya memiliki tugas untuk memberikan pandangan ilmiah mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan kondisi politik saat ini. Kemudian, mereka juga menumpahkan pandangan analisis berdasarkan teoritisnya tentang apa yang akan terjadi ke depannya.

Para pengamat biasanya akan mendapatkan bayaran berupa upah narasumber yang jumlahnya gak terlalu besar.

Baca Juga : Tak Cuma Uang yang Kamu Perlukan Untuk Memulai Usaha, Kamu Juga Butuh Ini!

5. Fotografer lepas

Ketika menjalankan kampanye, para kandidat tentu menginginkan ada dokumentasi yang apik. Biasanya untuk urusan ini, mereka merekrut fotografer lepas. Jadi fotografer tersebut dibayar untuk menjadi juru foto selama masa kampanye.

Karena bagaimanapun juga, foto-foto tersebut juga akan diunggah ke akun media sosial pribadi sang kandidat. Mereka ingin terlihat benar-benar apik di dunia maya, demi meraih simpati warganet.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *